October 25, 2011, 8:22 am
Surat dari KRLmania untuk Pak Menhub yang Baru : "Naik KRL yuk Pak.."

Kepada Yth.
Bapak EE Mangindaan
Menteri Perhubungan
Di tempat

Dengan hormat,

Salam sejahtera kami sampaikan. Semoga Bapak dapat bertugas dengan baik dan selalu diberi kesehataan sebagai Menteri Perhubungan.

Dalam mengawali tugas Bapak ini, kami KRL Mania-Forum Komunikasi Penumpang KRL Jabodetabek, ingin mengajak Bapak untuk turun langsung melihat pengelolaan KRL di Jabodetabek agar mendapatkan gambaran langsung apa adanya agar tidak ada distorsi dalam proses pengambilan keputusan. Kami siap untuk mengawal Bapak dalam perjalanan di KRL, agar dapat memberikan masukan secara langsung apa adanya, tanpa dipoles.

Secara khusus, kami ingin mengajak Bapak untuk mencoba perjalanan pada jam sibuk pada lintas Bogor-Gambir, pada kurun 20 Oktober 30 November 2011, dimana ada perbaikan beberapa gardu pada jalur Bogor-Depok. Ada pengurangan sekitar 29 perjalanan dan diperkirakan sekitar 29 ribu penumpang tidak terangkut.

Kami berterimakasih kepada Ditjen KA dan KAI/KCJ dengan proyek rehabilitasi gardu listrik ini, sehingga diharapkan akan mengurangi gangguan karena sering rusaknya peralatan di gardu listrik hampir setiap saat.

Sebelum turun langsung, ada beberapa informasi yang ingin kami sampaikan agar Bapak dapat mengecek langsung.

1. Kesimpangsiuran informasi pekerjaan. Sebelumnya diinformasikan di berbagai media oleh pejabat Ditjen KA kalau pekerjaan 19 Oktober-30 November ini adalah penambahan daya. Sementara informasi oleh pejabat Ditjen KA lainnya, pekerjaan ini hanya rehabilitasi gardu yang sudah sering rusak, tanpa penambahan daya. Kesimpangsiuran ini membingungkan pengguna dan menunjukkan kurangnya koordinasi internal.

2. Kurangnya contingency plan dan pengutamaan kepuasan pelanggan. Dari awal kami melihat pihak-pihak yang terlibat (Ditjen KA, PT KAI/KCJ) kurang proaktif dalam membuat contingency plan yang mengutamakan kepuasan pelanggan. Pernyataan mereka adalah agar penumpang mencari moda transportasi lain. Tentu ini bukan contingency plan.

Dari awal kami memberikan saran agar pengurangan perjalanan lintas Depok-Bogor dapat dikompensasi dengan dioperasionalkan kereta non listrik (misal KRD-Kereta Rel Diesel) dan penambahan gerbong di tiap rangkaian. Sampai tanggal 17 Oktober 2011 (H-2), di media masih diinformasikan akan beroperasi dua KRD. Tapi pada 18 Oktober 2011 (H-1), diinformasikan melalui media kalau dua KRD tidak jadi, tanpa ada kejelasan angkutan pengganti. Kemudian pada 19 Oktober (Hari H), tiba-tiba tanpa diinformasikan ke penumpang, ada 15 bis yang siap mengangkut penumpang di stasiun Bogor. Hanya saja pada 20 Oktober (H+1), bis tersebut ditiadakan. Tampak kurangnya contingency plan yang jelas dalam memitigasi risiko gangguan perjalanan.

Perlu dilihat juga bahwa bahwa yang tidak terangkut bukan hanya penumpang dari stasiun Bogor, tetapi juga stasiun antara seperti Citayam, Bojonggede, dan Cilebut yang memang mengandalkan KRL sebagai alat transportasi utama mereka. Di ketiga wilayah tersebut, kurang sekali alternatif angkutan lain yang cukup memadai. Kalau pun penyediaan bis dilanjutkan, perlu disebar ke wilayah-wilayah tersebut.

3. Pengutamaan pendekatan represif. Yang kami sesalkan adalah karena ketidakmampuan membuat contingency plan dengan mengoperasikan KRD/ gerbong tambahan atau bis, dikompensasi dengan pendekatan keamanan melalui tambahan aparat kepolisian.

4. Manajemen proyek kurang optimal. Pekerjaan ini looooooong overdue, perbaikan ini sebenarnya bisa dilakukan sejak awal tahun 2011, dan bahkan sejak lima tahun yang lalu, karena kerusakan sistem kelistrikan (gardu,LAA) di jalur Depok-Bogor sudah terjadi sejak lama. Keterlambatan pekerjaan ini merupakan indikasi kurangnya kemampuan dalam manajemen proyek. Bahkan pada H+1 belum tampak ada mobilisasi pekerjaan, sementara pengurangan perjalanan sudah dilakukan (berita di Vivanews.com 20 Oktober 2011).

Tender untuk pekerjaan tahun 2012 misalnya, dapat dilakukan pada November - Desember 2011 ketika pagu anggaran sudah disetujui pada Oktober 2011, sehingga pada awal Januari 2012 pekerjaan sudah dimobilisasi.

Sebagai penutup, kami mohon kebijaksanaan Bapak untuk turut menggunakan KRL sebagai alat transportasi Bapak, agar target KRL Jabodetabek dapat mengangkut 1,2 juta penumpang pada tahun 2019 dapat tercapai.

Hormat kami,

KRL Mania
Komunitas Penumpang KRL Jabodetabek

Press Release : KRL Mania Mengucapkan Astaghfirullahalladzim atas Rencana Kenaikan Tarif KRL Ekonomi AC
Pernyataan Sikap KRLmania sehubungan dengan Rencana Penerapan Pola Operasi Baru KRL Jabodetabek Juli 2011
Pernyataan Sikap KRLmania terkait dengan Rencana Pola Operasi Baru KRL Jabodetabek
Catatan KRL mania : 'Batalkan Rencana Kenaikan Tarif KRL Ekonomi !
catatan Roker : Tanjung Barat








tempat curhat dan info seputar KRL di krl-mania@yahoogroups.com :  

© Hak Cipta ada pada redaksi krlmania.com, isi dilindungi Undang-Undang.
Diperbolehkan memperbanyak isi dan segala hal yang ada pada website ini tanpa persetujuan redaksi
dan dengan mencantumkan sumber berita krlmania.com