November 29, 2011, 3:26 pm
Masukan dari Komunitas KRLmania tentang Perubahan Rute KRL Jabodetabek

Sehubungan dengan rencana pemberlakuan Loop Line pada tanggal 5 Desember
mendatang, kami ingin memberikan beberapa saran sebagai berikut:

1. Menjaga headway maksimal 10 menit di stasiun transit utama, dengan tetap
mengoperasikan KRL Ciliwung/Lingkar serta menambah jadwal saat jam sibuk.

Headway jalur lingkar/loop line dan feeder terlalu panjang pada jam sibuk pagi dan
sore, berkisar 20‐25 menit. Sementara menurut jadwal, tidak tampak lagi operasi
KRL Ciliwung/Lingkar Kota. Meski disebut akan ada KRL feeder untuk jalur Tanah
Abang‐Manggarai dan Manggarai‐Jatinegara melengkapi jalur Bogor/Depok sebagai
loop line, tetapi karena headway tidak rapat, ini berpotensi menumpuk penumpang
di stasiun transit.

Yang paling dirugikan adalah penumpang jalur Tangerang, Serpong dan Bekasi yang
menuju Tanah Abang‐Sudirman. Jalur Tangerang‐Duri yang tidak dilayani KRL feeder
akan paling menderita karena waktu transit akan lebih lama.

Penumpang jalur Serpong‐Tanah Abang dari Sudirman juga akan mengalami
kesulitan, karena KRL menuju Tanah Abang headway terlalu lama. Sebelumnya
mereka dilayani oleh banyak loop menuju Tanah Abang/Serpong. Penumpang jalur
Bekasi dari Sudirman juga mengalami kesulitan yang sama. Kami khawatir ini akan
menyurutkan minat penumpang ketiga jalur tersebut untuk memakai KRL sebagai
moda transportasi utama.

2. Menambah jadwal dari Bogor/Depok‐Tanah Abang dibandingkan Bogor/Depok‐
Kota pada jam sibuk.
Terdapat pengurangan beberapa jadwal KRL jalur Bogor/Depok pada jam sibuk pagi,
terutama sebelum pukul 6 pagi dan setelah pukul 17 sore. Padahal jalur ini akan
menjadi tulang punggung loop line dan berpengaruh sekali terhadap perjalanan
penumpang jalur Serpong, Tangerang dan Bekasi.

3. Pembenahan secara serius kualitas pemberian informasi dan announcer di stasiun.
Kualitas pemberian informasi di berbagai stasiun masih buruk, terutama pada
stasiun transit utama, Manggarai. Announcer di Manggarai perlu sekali dibenahi.
Masih ada stasiun yang tidak punya pengeras suara, seperti Kramat Sentiong.
Banyak papan informasi maupun layar TV yang sebenarnya bisa digunakan untuk
pemberian informasi real time, tetapi hanya dipakai secara statis dan bahkan hanya
iklan.

4. Keamanan/safety di stasiun.
Minggu lalu ada penumpang terjatuh dari pintu KRL dan akhirnya meninggal di
stasiun Depok Baru a.n. alm. Erham. Ini terjadi karena KRL sudah berjalan meski
banyak penumpang sedang berusaha naik dan waktu berhentinya KRL tidak sesuai
dengan waktu naik turunnya penumpang karena kepadatan. Masalah safety tampak
sekali tidak diperhatikan dan perlu ditindaklajuti dengan serius. Karena perlu
diketahui bahwa kejadian di Depok Baru adalah kasus yang berulang yang sudah
terlalu sering kami laporkan dan tidak ada perubahan significant.
Perlu diefektifkan petugas, baik di atas kereta maupun di peron, untuk memastikan
keamanan penumpang ketika naik dan turun, serta memberikan go ahead terhadap
keberangkatan KRL.
Perlu diberikan perhatian khusus ke Stasiun Manggarai, dimana masih terdapat
peron rendah, KA luar kota dan perpindahan antar jalur penumpang. Peran petugas
untuk memastikan keamanan di sini perlu diperhatikan. Sebelumnya KCJ
menjanjikan akan mengalokasikan peron tinggi untuk KRL Jabodetabek atau tangga
temporer untuk peron rendah.

5. Keandalan sistem terhadap gangguan, back up system dan SOP contingency plan
ketika ada gangguan
Masalah gangguan wesel seperti minggu lalu bukan hal baru, sejak tahun 90‐an,
bersama dengan gangguan sinyal, pantrograf, petir, banjir, pencurian, dsb.
Ketidakhandalan tersebut terutama pada jalur Bogor/Depok sampai Manggarai.
Kami melihat berbagai gangguan tersebut sebagai sangat serius, sangat mengganggu
perjalanan dan berpotensi mengacaukan perjalanan berbagai jalur. Sayangnya
perbaikan sinyal dan wesel tidak diprioritaskan oleh yang berwenang meski terakhir
terjadi pembatalan 30 lebih perka karena hal tersebut.
Jika ada gangguan, tampak ketidaksiapan KAI/KCJ dan petugas di lapangan
menghadapi krisis. Tidak tampak ada back up system. Bahkan pemberian informasi
kepada penumpang pun tidak dilakukan dengan baik.
Kami meminta agar ada contingency plan yang memadai terhadap berbagai risiko
gangguan, termasuk memfungsikan KRL Ciliwung/Lingkar Kota sebagai KRL feeder
dalam kondisi darurat, jika terjadi gangguan terhadap perjalanan KRL Boogor/Depok.

6. Perbaikan pelayanan ticketing dan kartu langganan
Saat ini pelayanan pembelian tiket masih perlu banya dibenahi. Sudah banyak kali
menerima keluhan dari konsumen terkait hal ini, mulai dari kembalian kurang,
lampu di depan loket remang‐remang, petugas tidak sopan, antrian terlalu panjang,
dsb.
Sebenarnya kartu langganan sangat menguntungkan bagi konsumen dan KAI/KCJ.
Konsumen tidak perlu antri, sementara KAI/KCJ dapat memastikan pendapatan di
awal bulan, mengurangi risiko kebocoran, meningkatkan loyalitas, dsb. Kami
sesalkan kartu langganan tidak dioptimalkan. Sebagai gambaran adalah perhitungan
pro forma kami, data dari berbagai sumber + asumsi.
o Penumpang KRL CL sehari kira‐kira 40% dari 400 ribu orang, jadi ada 160 ribu.
Ada kenaikan setelah pola operasi 1 Juli.
o Diperkirakan dari 160 ribu, 70% adalah penumpang setia, yang naik KRL lebih
dari 2/3 hari kerja sebulan, 112 ribu orang.
o Kalau saja 50% dari 112 ribu ini bisa didorong beli KTB, 56 ribu orang, maka pada
awal bulan KCJ bisa mendapatkan pendapatan bebas risiko 29 miliar (56 ribu x
250 ribu harga KTB rata‐rata). Setahun 350 miliar ditangan, bebas risiko
kebocoran. Sisanya jualan tiket eceran.
o Penumpang jalur Serpong kira‐kira 15% dari 400 ribu, 60 ribu orang. Penumpang
CL, diasumsikan 60%, 36 ribu per hari. 70% penumpang setia, 25 ribu orang.
o 25 ribu orang ini adalah potensi pembeli KTB, dimana KCJ bisa memastikan
pendapatan bebas risiko di awal bulan.
o Sayangnya, bulan Desember ini jalur Serpong hanya disediakan 650 KTB atau
2,6% dari potensi pembeli KTB. Betapa sayangnya potensi sebesar ini tidak
dikelola dg baik.

7. Evaluasi Setelah Ujicoba 1‐4 Desember
Melihat berbagai potensi permasalahan dan kondisi prasarana dan sarana yang
masih rentan gangguan, maka kami sarankan agar setelah uji coba 1‐4 Desember,
dilakukan evaluasi menyeluruh dan tidak dipaksakan untuk dioperasikan pada 5
Desember. Evaluasi menyeluruh adalah kelaziman dalam ujicoba sistem atau SOP
baru.

Rekomendasi Ulang

Diluar permasalahan rencana Loop Line diatas, kami mengingatkan lagi bahwa pada 1
Juni 2011 lalu, KRL Mania telah menyerahkan rekomendasi perbaikan pelayanan
berdasarkan SPM (Standard Pelayanan Minimum) Angkutan Orang dengan Kereta Api
(Peraturan Menteri Perhubungan 9/11), yang mudah dan murah dilakukan, tetapi
dampaknya akan terasa (quick wins, low hanging fruits):

1. fasilitas kesehatan di stasiun,
2. lampu penerangan di kereta,
3. Informasi stasiun yang akan disinggahi/dilewati secara berurutan di kereta,
4. fasilitas khusus dan kemudahan bagi penyandang cacat, wanita hamil, anak di bawah
5 (lima) tahun, orang sakit; dan orang lanjut usia di kereta,
6. fasilitas kesehatan di kereta,
7. nama dan Nomor Urut Kereta,
8. informasi gangguan perjalanan kereta api.

Beberapa saran kami di atas sangat terkait dengan rekomendasi 1 Juni tersebut, dan jika
ditindaklanjuti sejak Juni lalu, kami yakin rencana loop line ini akan lebih siap dan
ketidaknyamanan terhadap penumpang dapat diminimalkan.

Demikian saran kami. Semoga dapat ikut memperbaiki kenyamanan bagi penumpang
dan semua pihak.

(Forum Komunikasi Pengguna KRL Jabodetabekser/KRL-mania@yahoogroups.com. Photo by : vera)

Surat dari KRLmania untuk Pak Menhub yang Baru : "Naik KRL yuk Pak.."
Press Release : KRL Mania Mengucapkan Astaghfirullahalladzim atas Rencana Kenaikan Tarif KRL Ekonomi AC
Pernyataan Sikap KRLmania sehubungan dengan Rencana Penerapan Pola Operasi Baru KRL Jabodetabek Juli 2011
Pernyataan Sikap KRLmania terkait dengan Rencana Pola Operasi Baru KRL Jabodetabek
Catatan KRL mania : 'Batalkan Rencana Kenaikan Tarif KRL Ekonomi !








tempat curhat dan info seputar KRL di krl-mania@yahoogroups.com :  

© Hak Cipta ada pada redaksi krlmania.com, isi dilindungi Undang-Undang.
Diperbolehkan memperbanyak isi dan segala hal yang ada pada website ini tanpa persetujuan redaksi
dan dengan mencantumkan sumber berita krlmania.com