Diskusi tentang E-Ticketing antara KRL-mania dan KCJ
KRLmania.com,
Tema E-Ticketing menjadi agenda Diskusi utama dalam Pertemuan antara Komunitas KRL-mania denga Manajemen PT KCJ di Kantor Pusat KCJ pada Hari Jumat malam (5/3) lalu.
Pertemuan yang berlangsung dari jam 18.30 hingga 21.30 tersbut didominasi dengan pertanyaan-pertanyaan seputar rencana penerapan E-Ticketing di KRL Jabodetabek.
Banyak masukan dan saran disampaikan oleh Pengguna KRL yang tergabung di dalam KRL mania. Salah satunya yang masih 'belum' terjawab adalah menganai tiket 'single trip', yaitu tiket yang diperuntukkan bagi pengguna KRL yang hanya sekal-sekali naik KRL, dan yang naik KRL secara berombongan.
Masalah hak penumpang untuk naik KRL setelah diterapkannya E-Ticketing nanti juga dipertanyakan, karena adanya ketentuan harus membeli kartu perdana dan saldo mengndap sebesar 25 ribu Rupiah. KRL mania berharap, dengan adanya E-ticketing nanti, Calon penumpang yang hanya memiliki uang sebesar harga tiket yang berlaku sekarang ini, tetap bisa naik KRL. Ketentuan mengenai harga kartu perdana dan saldo mengendap harus direvisi.
Menanggapi keluhan dan masukan dari Pengguna KRL, Manajemen PT KCJ berjanji semuanya itu akan dijadikan bahan masukan sebelum diterapkannya E-ticketing ini nanti. Uji Coba E-Ticketing sendiri akan diberlakukan pada 1 Mei 2010 di beberapa KRL ekspres. Tapi pada saat uji coba nanti , tiket kertas dan abunemen akan tetap dijual.
"Penerapannya secara bertahap. Kita juga akan melakukan evaluasi dan mendengarkan masukan dari Pengguna KRL seperti KRL-mania juga. Yang jelas implementasinya memang akan dilakukan secara bertahap," ujar Henri Anom, Direktur Operasional PT KCJ.
Di luar permasalahan E-Ticketing, Henri juga mngatakan, dalam waktu dekat ini nantinya tidak akan ada lagi 'dualisme' dalam operasional KRL JaBodetabek, antara PT KCJ dan PT KA. nantinya seluruh operasional, sarana, dan prasarana KRL Jabodetabek akan dikelola secara penuh oleh PT KCJ.
Sementara itu, Corporate Secretary PT KCJ, Makmur S, dalam paparannya mengatakan pihaknya saat ini sedang melakukan upaya perbaikan layanan Penumpang KRL. Rangkaian KRL yang diimpor dari jepang diharapkan bisa segera datang agar dapat membantu kelancaran perjalanan KRL sehari-hari.
menurutnya juga, beberapa Stasiun juga sedang direnovasi menjadi lebih baik. Petugas 'Front Liner' yang selama ini menggunaka tenaga 'outsource', saat ini akan dibagi menjadi tiga wilayah, sehingga bisa saling berkompetisi melakukan hal yang terbaik dalam layanan bagi pengguna KRL.
Di akhir pertemuan memang masih ada beberapa permasalahan septar E-Ticketing yang maih belum terjawab. KRL mania berharap Pihak KCJ segera merumuskan saran dan masukan yang berhubungan dengan E-Ticketing dari para pengguna KRL tersebut dengans ebaik-baiknya, sehingga dapat ditemukan jalan keluarnya yang sama-sama tidak 'merugikan' kedua belah pihak, Operator dan penumpang.
(nc)
|